Oh my God…! Gara-gara UAN tinggal hitungan hari, saya kena getahnya. Tiap hari pasti ada yang minta konsultasi. Mengupas soal-soal TO sekolah yang susah-susah (masa sih?). Malah terkadang ketika pulang kerja, masih ada juga yang minta konsultasi di asrama: “Kak, bisa konsultasi jam 9 malam nggak?” Yah, karena di hari-hari biasa susah menemukan waktu yang cocok, terpaksa deh dilayani. Walau sebenarnya, CAPEK BANGET…!
Tapi untungnya, UAN ini ada berkahnya juga. Saya jadi kebanjiran order privat. Lumayan buat nambah uang saku. Jadi untuk urusan makan dan keperluan sehari-hari mah, nggak usah pergi bolak-balik ke ATM. Gaji satu bulan aman deh. Gaji mah simpan saja buat beli apartemen (hehehe, ngayal).
Ngomong-ngomong tentang UAN, saya jadi teringat kisah masa lalu ketika menjelang EBTANAS. Dulu untuk menghadapi ‘makhluk’ yang satu ini, saya biasanya mempersiapkannya selama lima bulan sebelumnya. Tiap hari tidak lepas dari baca buku. Garis bawahi yang penting-penting. Tulis pertanyaan di buku tulis. Terus minggu berikutnya mengulang pelajaran dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis. Begitu seterusnya. Tapi alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Dari mulai SD, SMP, dan SMU, pada saat kelulusan saya selalu menjadi juara umum (bukan bermaksud pamer lho, hehehehe). Tapi kalau kuliah sih beda lagi ceritanya. Berat….!
Untuk pelajaran hitungan, nah ini dia yang agak sulit. Mau tidak mau harus banyak latihan. Biasanya saya membaca konsepnya dulu sampai benar-benar mengerti. Terus setelah itu latihan soal-soal. Jika tidak bisa menyelesaikan soal tersebut, saya lihat pembahasannya di bagian belakang buku. Dipelajari sampai mengerti dan lanjut deh ngerjain soal-soal sejenis untuk bab yang sama. Setelah satu bab benar-benar mlotok, lanjut deh ke bab berikutnya. Dibaca konsepnya, latihan lagi, begitu seterusnya.
Sepintas kerjaan kayak gini bikin capek. Tapi kalau dijalani, asyik juga kok. Apalagi kalau dikerjakan bareng-bareng. Misalnya, dengan sering-sering ngadain belajar bersama. Dulu juga saya sering belajar bersama. Sewaktu SMA saya tinggal di Majlis Taklim. Temen-temen saya yang gokil-gokil, Hendrik Sanjungan, Aliansya Akbar, Undana, Rozi, Jako, biasanya datang berkunjung dengan wajah tanpa dosanya untuk minta makanan belajar. Nah, kalo bareng-bareng belajarnya biasanya enak. Bisa lebih semangat. Bisa lebih enjoy karena diselingi dengan bercanda-canda, makan-makan, nyanyi-nyanyi, jitak-jitakan, walau terkadang kebanyakan jitak-jitakannya sih daripada belajarnya. Hehehe.
Oya, satu lagi yang kelihatan sepele tapi cukup penting. Bisanya kalau saya bisa mengerjakan sebuah soal, maka saya akan memberi kode di samping soal tersebut dengan tulisan YES!, atau SUKSES!. Kalau gagal saya kasih tulisan NO. Menurut saya ini penting secara psikiologis, karena kita akan lebih percaya diri. Dan dalam bahasa manajemen sekarang mungkin disebut “Rayakanlah keberhasilan, sekecil apapun.” Jadi rayakanlah, rayakanlah, rayakanlah ketika kita bisa mengerjakan satu soal. Tapi nggak perlu pake sukuran bikin tumpeng, hehehe. Cukup dengan hal-hal sederhana. Misal dengan memberi tanda YES! tadi.
Saya juga biasanya memberi label pada persiapan saya mensukseskan ujian akhir. Masih ingat waktu SMP, nama persiapannya adalah SUKSES EBTANAS ’98. Ditulis di atas kertas putih, dibuat logonya seperti logo SEAGAMES, atau PON, atau OLIMPIADE. Terus ditempel di dinding. Saya juga mempunyai buku tulis khusus yang ditempeli logo tersebut, isinya pertanyaan-pertanyaan singkat materi yang sudah saya pelajari, lembar jawaban TRY OUT, jadwal belajar, sekaligus ada daftar tempat belajarnya supaya variatif, misal dapur, kamar, ruang tengah, teras, dan lain-lain. Saya juga menulis target nilai untuk setiap pelajaran dan ditempel di dinding. Hasilnya dengan cara seperti itu, atmosfer belajarnya jadi lebih kerasa.
Cara-cara seperti ini saya lakukan juga menjelang SNMPTN (dulu UMPTN), dan hasilnya saya lolos walau di pilihan kedua (kasihan….). Juga ketika saya akan menjalani test tulis di Nurul Fikri. Alhamdulillah lolos juga. Jadi, yah, cara-cara seperti ini terbukti ampuh buat saya. Semoga tips-tips saya ini bisa cocok dengan adik-adik semua yang akan menjalani UAN. Semoga bermanfaat.***
PS :
Buat murid-murid privat saya Indah Permata Sari, Nimaz Annisa, dan Icha, rajin-rajin belajar ya. Juga buat trio kwek-kwek Sulis, Lola, Vinda, ayo semangat. Trus buat kwartet dari Palmerah Gala, Ayu, Yessy, dan Iin, lebih serius ya eneng-eneng. Pokoknya buat seluruh siswa NURUL FIKRI di cabang Palmerah, Pangkalan Jati, Bintaro, Petukangan, Ciledug, Tangerang, dan cabang NF lainnya di seluruh nusantara. Dan umumnya buat seluruh siswa-siswi Indonesia semuanya, generasi penerus bangsa, penerima tongkat estafet ilmu pengetahuan. Terus Berjuang. Keep Fight! Bantai soal-soal UAN. Hehehe.
Kita Maju Bersama Allah, Menuju Masa Depan Cemerlang.